Langit mendung dan hujan

Setiap individu adalah unik. Pengalaman, latar belakang keluarga hingga pendidikan yang campur aduk dalam diri setiap orang menjadikan mereka berbeda satu sama lain. Semua pengetahuan itu menjadi landasan kita dalam mempersepsikan segala hal. Inilah yang dimanfaatkan oleh para ahli bidang pemasaran untuk merancang teknik pemasaran suatu produk atau menghasilkan iklan yang mampu menarik konsumen. Dan semua ini menjadikan psikologi sebagai ilmu yang menarik untuk dipelajari.

Belajar untuk melihat dari paradigma yang berbeda mengingat setiap individu adalah berbeda.

***

Mama, aku ingin terus belajar tapi belakangan aku merasa sangat malas…

Paket combo berisi dua potong ayam goreng, segelas minuman bersoda dan kentang menjadi santapan makan malam ini. Maklum selama tinggal di Jakata pun saya termasuk dalam kategori ‘agak’ pemilih dalam hal makanan. Akhirnya, makanan siap saji kerap jadi menu pilihan.

Saya duduk dibagian pojok restoran. “Suasana yang nyaman,” pikir saya. Gedung-gedung apartemen yang berdiri didepannya menyuguhkan pemandangan yang cukup menarik. Saya ingat berkomentar ‘terlalu bersih’ ketika seorang teman bertanya tentang kesan saya. Maklum, sangat berbeda dengan kota kelahiran saya. Tapi saya tidak akan mengupas tentang hebatnya arsitektur negeri ini.

Malam sebelumnya, saya sedikit berbincang dengan seorang teman lewat facebook. Katanya, “Jangan lupa berinvestasi buat masa tua.” Dan baru malam ini saya ngeh kalau pesan itu sangat pas dan mengena. Saya ingat saat itu menjawab, “Gw ikut flow aja mas, yang penting mimpi and cita-cita gw gak berubah. Udah cape. Hehehe.”

Hmm, pesan itu rasanya sangat pas karena tiba-tiba saya takut menjadi tua.

Sudah hukum alam setiap manusia akan mengalami yang disebut sebagai hari tua. Saya ingat dosen Usila [psikologi usia lanjut] pernah memaparkan bahwa kita akan kembali bersikap layaknya anak kecil menjelang tua. Mereka yang terbiasa sibuk dikala muda akan lebih mudah stress kala tidak memiliki kesibukan di usia tua. Beberapa ada yang mengembangkan rasa merasa tidak bermanfaat. Melemahnya fisik menyebabkan para usila kerap bergantung pada yang muda.

Apakah saya nanti tidak akan ‘menyulitkan’ atau justru terlalu mandiri hingga terus bekerja hingga tubuh tidak lagi mampu berdiri. Apakah masih ada yang akan menghargai saya, mengingat saya atau hal apa yang sudah saya lakukan hingga saya layak dihargai hingga nanti.

Pada titik ini pun saya mempertanyakan apa yang sudah saya capai. Ternyata banyak pribadi yang belum pernah saya jumpai. Sosok-sosok yang membuat saya berdecak kagum dalam hati dan kerap menantikan wejangan atau cerita dari mereka. Atau justru berpapasan dengan mereka yang arogan dan gemar  berkoar tentang hal-hal hebat yang sudah mereka capai atau miliki.

Saya tidak lagi tahu mana yang paling saya nantikan. Yang pasti hari ini saya disini. Saya ingin belajar jika memang usia memungkinkan. Dari orang-orang yang saya temui kemarin, hari ini dan nanti. Bertutur tentang apapun dengan bebas, selama saya mampu. Saya ingin mendengar lebih banyak cerita dan menjumpai lebih banyak sosok.

Hmmm…hari ini memang tidak sepanas kemarin…ternyata saya lebih suka ketika cuaca panas.

Dark sky and the rain do make me feel wanna cry.

Weleh…weleh…mellow banget ya gw!!! Good nite guys.

One thought on “Langit mendung dan hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s