Eureka

Saya memang tidak sehebat Archimedes, but I have my eureka…

“Too many mind,” nasihat Nobutaka pada Kapten Algren yang terlalu memikirkan lawan tandingnya dalam the Last Samurai. Seperti Sang Kapten yang membiarkan pikirannya sibuk memikirkan antisipasi gerak lawan berikutnya, Saya penuhi pikiran dengan terlalu banyak hal, mulai dari si Mira, kecoa yang kerap terlihat mengendap-endap di kamar si Dwee, sendal jepit tetangga sampai mimpi bikin balon udara buat keliling dunia. Yah, wajar deh overload, istilah anak-anak IT.

Tidak heran, ambruk juga nih bodi. Seminggu terpaksa ngendon dirumah. Terang aja, jadwal makan saya bak jadwal penerbangan yang sering delay alias gak pernah pas. Harusnya udah makan siang, saya justru baru mau sarapan or malah dirapel buat dua sesi.

Tapi, there is always the good side. Selalu ada untung, maklum saya orang Indonesia aseli. Nah, kali ini saya bisa istirahatkan pikiran dari pekerjaan dan aktivitas lainnya yang musti pake mikir agak berat, termasuk mikirin mau makan apa dipojokan nanti. Hehehe. [Miss this a lot…]

Rasanya, banyak hal memang terlihat lebih jelas saat kita mengosongkan gelas. Semua kerumitan, masalah, masalah, masalah, perdebatan, keinginan, antusiasme sampai mati. Ehm, bukan berarti saya siap mati loh. Lagipula siapa sih yang siap, but when the time is come, neither of us can avoid it, right.

Tapi, mari bahas hal-hal yang sederhana saja. Ilmu saya belum cukup buat bahas topik yang terakhir. Jadi, kembali ke eureka saya. Saya harap ini dapat bermanfaat.

Belajar dari Nobutaka, kita kerap menyibukkan pikiran dengan hal-hal yang justru mengalihkan kita dari permasalahan yang sebenarnya. Banyak hal diluar kendali kita, maka tenangkan diri, lepaskan semua yang rumit. Bukan menghindar, hanya mengurai kerumitan dan menemukan akar permasalahan yang sebenarnya. Find out what you want to do not what you must do. Let yourself free.

Do what you like to do sekali waktu. Lakukan hal yang kau suka every once in a while.

Bahkan saya tidak ingat kapan terakhir kali saya melakukan hal yang benar-benar saya suka. Sulit bagi saya untuk me-recall kapan terakhir kali saya berkreasi bebas, menemukan hal baru, meski cuma trayek baru menuju rumah. Koq saya baru ngeh ya. Ternyata diperlukan sakit tuk menyadari hal sesederhana ini.

Banyak sekali ketakutan which lead me to nowhere. Padahal if the world ends tomorrow, everything will be useless.
Banyak sekali yang lupa saya syukuri, ada teman, teman, teman.
Banyak sekali kekosongan, pahadal tantangan dan kesibukan itu bisa diciptakan dan dicari.
Banyak sekali kebencian sampai saya lupa satu menit didalamnya sama dengan enam puluh detik kegembiraan yang terbuang.
Banyak sekali yang bisa saya lakukan, hari ini, besok dan lusa.
Banyak sekali keinginan, cita-cita dan harapan yang bisa dibangun.
Banyak sekali…..
Banyak sekali…..
Banyak sekali…..

So what if people don’t like me. Saya yang cuma seorang toh mustahil menyenangkan semua orang. Dan, perjalanan saya dimulai disini. Tidak sabar rasanya menunggu orang-orang yang akan saya temui didepan sana. Wonder what will I learn next…

So, I found it… Eureka…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s